Mari Pangestu: UID Ingin Didik SDM yang Relevan untuk Industri

Sejumlah pengurus Yayasan United in Diversity (UID) yang dipimpin Mari Elka Pangestu melakukan audensi dan konsultasi pendidikan tinggi dengan Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kamis 5 Januari 2017, di Gedung Kemenristekdikti Senayan, Jakarta.

Audensi ini berkaitan dengan rencana UID mendirikan institut dan lembaga pendidikan lainnya. Mari Elka Pangestu mengatakan, dari segi SDM, gedung, fasilitas, dan sarana lain, UID sudah siap membangun Institut.

“Sebagai rencana awal, kami ingin membuka enam program studi, yaitu  interior design, retail management, logistik, gastronomi, tourism, dan manajemen,” kata mantan menteri pada era SBY ini.

Menanggapi maksud tersebut, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Patdono Suwigjo menyampaikan ketentuan yang harus dipenuhi untuk pendirian institut dan pembukaan program studi.

Patdono berharap program studi yang akan dibuka dapat menghasilkan sarjana yang dibutuhkan industri. Ia juga menjelaskan rencana Kemenristekdikti mencanangkan program revitalisasi pendidikan tinggi vokasi. Program ini bertujuan agar lulusan politeknik relevan dengan kebutuhan industri dan siap bekerja  di industri.

UID merupakan organisasi nirlaba, berkedudukan di Indonesia yang didirikan tahun 2003 oleh para tokoh bisnis dan pemerintah.

Menurut Mari, UID menggunakan platform pendidikan untuk membangun kepercayaan dan kerja sama antara swasta, pemerintah, dan  lembaga pendidikan serta ikut serta membangun negara.

“UID ingin mendukung apa yang diinginkan oleh Presiden Jokowi, yaitu mendidik SDM yang siap pakai, yang diperlukan, dan relevan untuk industri,” katanya.

Share this: