Kemenristekdikti Makin Giatkan Hilirisasi Riset ke Industri

3 (1)

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) akan semakin menggiatkan hilirisasi riset di 2017 dengan mendorong penelitian dan pengembangan (litbang) dikembangkan hingga ke level 9 yang siap diproduksi industri.

“Dalam World Economic Forum, indeks kompetitif global Indonesia di 2016 justru mengalami penurunan dari peringkat 37 menjadi 41, padahal inovasi kita sedang meningkat dari posisi 35 menjadi 31.

Meskipun hasil riset yang yang menjadi inovasi dalam kesiapan teknologinya merosot drastis di angka 91,” kata M Nasir usai memberikan Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan 2016 di auditorium gedung BPPT II, jalan Thamrin Jakarta, Kamis, 22 Desember.

Artinya, lanjutnya, masih banyak riset yang belum bisa dimanfaatkan hasilnya oleh industri. Sehingga yang paling penting dilakukan di 2017 nanti harus dicari cara bagaimana meningkatkan angka kesiapan teknologi ke level 9, yakni level inovasi yang siap diproduksi oleh industri.

“Kalau level 1-3 itu riset, level 4-5 itu prototipe, sedangkan level 7-9 itu sudah inovasi yang seharusnya siap dimanfaatkan industri,” ujar Nasir.

Ia menegaskan riset dasar tetap berjalan, tapi riset-riset yang dibutuhkan industri akan semakin didorong untuk menghasilkan inovasi. Sehingga nanti peneliti pada penelitian dasar perlu juga melihat apa yang sekiranya dibutuhkan industri.

“Saya akan minta ada Ditjen yang mendorong inovasi, ada pula yang menyalurkannya hasilnya ke industri. Dengan memetakannya (hasil riset) dengan baik sehingga tahu mana yang sudah di level 9,” ujar dia.

Kegiatan “Inventor, Innovator, Investor Collaboration”, Nasir mengatakan akan tetap dilanjutkan di 2017. Ini menjadi jalan untuk membuat riset dan industri tidak berjalan sendiri-sendiri, sehingga inovasi benar-benar dikembangkan sesuai “market driven”.

Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Utama Kajo mengatakan tanpa inovasi industri tidak mampu bersaing.

“Terus terang industri menunggu bidang iptek ini membuka diri, dan kini dibuka lebar oleh Menristekdikti, dengan menjalankan program hilirisasi riset”.

Utama yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian Dewan Riset Nasional (DRN) ini menegaskan bahwa industri akan berkomitmen menggunakan inovasi-inovasi dalam negeri untuk meningkatkan daya saing manufaktur nasional, bila memungkinkan 100 persen inovasi anak negeri.

NETRALNEWS.COM, Foto Bagus

Share this: