Pendanaan STP Berasal Dari Jasa Inkubasi dan Spin-off Company

Pada acara Workshop “Menuju Hirilisasi Produk Unggulan PUI 2016,” yang diselenggarakan di Gedung BPPT, Jalan Thamrin, Jakarta, pada tanggal 13 Desember 2016, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Patdono Suwigjo menyinggung kaitan antara Pusat Unggulan Iptek (PUI) dengan Science Techno Park (STP). “Jika sudah banyak produk yang bisa dihasilkan, maka selanjutnya PUI bisa dibina menjadi STP,” ujar pak Dirjen.

Ketika acara berakhir, beberapa awak media menanyakan tentang STP ini, terutama sumber pendanaannya. Berikut petikannya:

Dari mana pendanaan STP itu?

Ada dari pemerintah tapi bukan yang mayority, yang utamanya adalah dari jasa-jasa untuk melakukan inkubasi, kemudian jasa menghasilkan spin off company.

Berapa sumbangan APBN untuk awal  STP?

Pemerintah mendanai  untuk membuat rencana, masterplan STP, itu sudah mulai di danai pemerintah. Lalu dibuat detail engginering design, lalu konstruksi dilakukan, kemudian pembelian alat-alatnya, lalu mengisi personil-personil di organisasi yang ada di STP.

Setelah jadi STP diserahkan ke Pemda. Kemudian nanti pemda yang mengoperasikan. Dalam pengoperasian ada pegawai PNS yang akan dibiayai oleh negara, tetapi ada juga pegawai non PNS yang dibiayai oleh pendapatan dari STP.

Pada penyerahan tahun pertama ke Pemda, belum bisa menggalang pendapatan yang besar dulu. Selama 3-4 tahun bila sudah terkenal dan perusahaanya sudah spin off dari STP itu sudah banyak calon pengusaha, peneliti yang ingin dihilirkan, banyak pelatihan dan pendampingan sehingga diharapkan bisa mengenerate pendapatan dari STP.

Pemda yang diserahkan untuk mengoperasikan STP, di APBD-nya harus ditambahkan anggaran untuk membayar PNS yang ada di STP dan operasional terutama pada tahun- tahun pertama.

STP Jember itu kepemilikanya punya siapa?

Punya Kementerian Pertanian dan BUMN. PUI Kopi dan Kakao Jember adalah STP yang paling maju. STP yang pertama kali dilantik karena akumulasi ilmu dan inovasi yang ada itu sudah banyak sekali. Hasilnya itu tidak hanya dijual didalam negeri tetapi sudah keluar negeri. Produknya mulai melakukan inovasi untuk mendapatkan bibit-bibit, spesies baru dari kopi dan coklat.

Yang sedang dikembangkan saat ini adalah bagaimana membuat bibit yang tahan badai dengan cara menumbuhkan akar yang lebih banyak.

Share this: