Pemilihan Rektor Rawan Beragam Praktek Kecurangan

af3

Menristekdikti, M Nasir, mengakui tahapan penjaringan dan pemilihan pemilihan rektor terkadang rawan beragam praktek kecurangan.

“Dari empat tahapan, saya perhatikan yang paling rawan yakni penjaringan dan pemilihan,” kata Nasir, dalam jumpa pers terkait permasalahan dan penyelesaian pemilihan rektor PTN di Kemenristekdikti, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat, 14 Oktober 2016.

Menurut Nasir, tahapan penjaringan rawan bila panitianya tidak independen. Tentunya, hal tersebut akan menjadi masalah lantaran akan ada pengelompokan alias kubu-kubu. Kinerja panitia pun tidak akan bisa maksimal lantaran profesionalitasnya diragukan.

Kerawanan pada tahapan penjaringan, Nasir mengatakan bisa terjadi saat panitia membuat syarat berlebihan. Itu bisa terjadi dengan tujuan untuk mempersulit kandidat tertentu. “Misalnya dibuat syarat harus bergelar profesor. Terkadang juga mempersyaratkan umur,” tutur dia.

Khusus untuk tahapan pemilihan, Nasir mengakui potensi terjadinya kecurangan memang selalu terjadi. Yang paling berbahaya, kata dia, adalah praktek penyuapan.

Sumber:Â http://kabaroke.com/menristekdikti-tahapan-pemilihan-rektor-rawan-kecurangan/

Share this: