Empat Pesan Menristekdikti untuk APTISI, ABPTSI, dan Kopertis

123

Ada empat pesan yang disampaikan oleh Menteri Riset,Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir saat memberikan sambutan pada rapat koordinasi program Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti dengan kalangan perguruan tinggi swasta (PTS). Apa saja pesan Menristekdikti pada Jumat 10 Juni 2016, di Hotel Century Jakarta itu?

Hal pertama yang ditekankan oleh Menristestekdikti, perlunya koordinasi insentif antara Asosiasi Badan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPTSI), Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), dan perguruan tinggi swasta dalam rangka peningkatan kualitas.

Kedua, kata Menteri, penomoran ijazah nasional (PIN) akan diluncurkan oleh Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) pada 1 September 2016. “Penomoran ijazah nasional antara perguruan tinggi (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) sama, dan nomor itulah yang dapat dikontrol dan secara otomatis masuk ke pangkalan data dapat dilakukan,” katanya di hadapan pengurus APTISI, ABTISI, dan Kopertis se-Indonesia itu.

Penomoran ijazah nasional, lanjut Menteri, adalah awal tempat pengontrolan beredarnya ijasah palsu. “PIN inilah yang akan menjadi privat number bagi seseorang lewat penggunaan nomor ijazah nasional. Tujuannya, mengendalikan agar tidak terbit ijazah palsu dan mengurangi legalisasi ijazah yang dilakukan oleh perguruan tinggi,” katanya.

Terkait dengan itu, Menteri juga mengemukakan akan diadakan pelatihan bagi pelatih PIN untuk Kopertis, dan Kopertis meneruskannya ke PTS.

Pesan ketiga yang disampaikan Menteri, konflik pada PTS harus diselesaikan dengan baik dan tidak berlarut-larut. “Jika berlarut-larut, yang paling dirugikan masyarakat, terutama mahasiswa,” tandasnya.

Keempat, Menristekdikti berpesan agar pengembangan sumber daya pendidik di perguruan tinggi terus ditingkatkan. “Kemenristekdikti melalui Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti sudah memiliki alokasi anggaran yang cukup dalam rangka peningkatan kualitas dosen pendidik,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Kelembagaan  Patdono Suwignjo melaporkan kepada Menteri, pihaknya sudah rutin menggelar rapat koordinasi dengan APTISI, ABPTSI, dan Kopertis. (Sri Partini)

Share this: