Pembinaan PT untuk Tingkatkan Mutu dan Hindari Pelanggaran

23eworkshop

Program pembinaan terhadap perguruan tinggi dijalankan, di samping untuk meningkatkan mutu juga untuk menghindarkan para pengelola dari  pelanggaran.

Hal itu dikemukakan Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Totok Prasetyo di hadapan 114 peserta Workshop Pengelolaan Perguruan Tinggi Regional 2 di Medan yang berlangsung 20-22 Mei 2016. Hadir pula tim pakar sebagai narasumber dan fasilitator dalam diskusi kelompok terfokus tentang peranan statuta dan pengembangan perguruan tinggi, perencanaan strategis perguruan tinggi, dan pengelolaan data informasi perguruan tinggi.

Karena itu, kata Direktur, direktorat yang dipimpinnya menjalankan berbagai program pembinaan, seperti pendampingan oleh tim pendamping perguruan tinggi. “Selain untuk meningkatkan mutu, juga untuk menghindarkan dari pelanggaran,” ujarnya di depan peserta yang terdiri atas rektor/ketua/direktur, pemimpin yayasan, dan ketua senat dari berbagai perguruan tinggi swasta di Kopertis I dan Kopertis XIII itu.

Lebih lanjut dikemukakan, pemberian bantuan hibah pembinaan perguruan tinggi swasta, detasering dosen dari perguruan tinggi besar ke perguruan tinggi yang lebih kecil, dan penggunaan dosen bernomor induk dosen khusus (NIDK) juga dilakukan untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Kepada peserta, dia mengingatkan, peningkatan mutu pendidikan tinggi merupakan prioritas pertama rencana strategis Dikti periode 2015 – 2019. “Ketercapaian peningkatan mutu itu harus dibarengi tata kelola perguruan tinggi yang baik,” tandasnya.

Dikemukakan pula, lewat workshop kemampuan peserta dalam menyusun statuta dan rencana strategis PTS, kapasitas perguruan tinggi dalam pengelolaan data menjadi sebuah informasi bagi pengembangan perguruan tinggi, dan pemahaman peserta mengenai pengelolaan perguruan tinggi berbasis governance diharapkan meningkat. Tak  hanya di Surabaya dan Medan, kegiatan serupa juga digelar di Makassar, Bandung, dan Jakarta. (Tini/Rina)

Share this: