Kemenristekdikti Bahas Perpres Kawasan Sains dan Teknologi

headline1

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendapat amanat untuk melakukan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kawasan Sains dan Teknologi (KST). Amanat tersebut didapat terkait dengan posisi kementerian ini sebagai koordinator Program Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi.

Direktur KST, Lukito Hasta Pratopo dalam rapat penyusunan menyebutkan, sebagai istrumen kebijakan, perpres ini harus menunjang suksesnya pelaksanaan dan penguatan program pembangunan KST secara komprehensif dan sinergis.

Menindaklanjuti pembahasan Perpres KST sebelumnya, Selasa-Rabu, 26-27 April 2016 di Hotel Salak Bogor, Direktorat KST mengadakan penajaman pembahasan perpres tersebut. Hadir pada pertemuan itu tim Sekretariat Kabinet, Biro Hukum dan Organisasi, Inspektorat Jenderal, dan Sekretaris Ditjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti serta jajarannya, terutama Bagian Hukum.

“KST merupakan wahana untuk meningkatkan proses hilirisasi hasil-hasil riset dan menumbuhkan budaya inovasi serta sebagai wahana untuk menumbuhkan perusahaan pemula (start-up company). KST juga diharapkan mampu menarik anchor industry untuk melahirkan perusahaan-perusahaan baru (spin-off),” kata Direktur KST.

Pada pertemuan tersebut dibahas poin-poin penting yang akan menjadi isi Perpres KST, seperti tujuan, peran, fungsi, penyelenggaraan, koordinasi, pendaftaran, pengelolaan, layanan fungsi, pendanaan, pemeringkatan, serta monitoring dan evaluasi.

Lukito berharap kehadiran perpres itu mampu meningkatkan kerja sama, komitmen, dan pemahaman pemangku kewenangan serta menjadi alat pengaturan yang jelas dalam mengembangkan modal sosial untuk mewujudkan penguatan pembangunan dan pengembangan KST.

Ke depan, lanjut Direktur KST, akan dilakukan percepatan pembahasan Perpres KST dengan mengundang para pemangku kepentingan lainnya, termasuk enam kementerian dan lembaga pegelola KST agar perpres tersebut dapat segera ditetapkan dan diimplementasikan.

Sebagai catatan, Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi merupakan amanat Presiden Jokowi melalui Program Nawacita butir ke-6. Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, khususnya Direktorat KST, sejak 2015 telah melaksanakan program tersebut bersama dengan kementerian/lembaga pengelola lainnya, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Program tersebut dicanangkan untuk dilaksanakan sejak 2015 hingga 2019.

Share this: